Lulus Kuliah S2 setelah Melahirkan Anak Pertama di Belanda

Setelah kemarin cerita-cerita tentang proses kehamilan dan melahirkan di Belanda yang agak sedikit drama… ternyata dramanya belum selesai haha, karena setelah aku melahirkan di bulan September 2017, aku belum juga lulus kuliah masterku.

Sedikit cerita tentang kuliahku, aku kuliah S2 di TU DELFT, Belanda dengan jurusan Sustainble Energy Technology dengan tahun masuk 2015. Sebagai penerima beasiswa LPDP, sudah seharusnya aku lulus tepat waktu yaitu selambat-lambatnya adalah bulan Agustus tahun 2017. Nah, karena cerita kehamilan yang agak sedikit drama, singkat cerita, sidang kelulusanku pun ditunda hingga bulan September dengan harapan masih bisa sidang sebelum due date melahirkan yaitu di tanggal 26 September 2017.

Tapi, ternyata, nasib berkata lain, Mala, anak pertamaku lahir 7 hari lebih awal dari due date di tanggal 19 September 2017. Artinya, sidang kelulusanku pun harus ditunda ke bulan selanjutnya. And the struggle of being a new mom while finishing your study abroad is real!!

Kejar Tayang ASI vs Thesis

Beberapa Ibu yang baru saja melahirkan menghadapi kesulitan keluarnya ASI alias air susu ibu, termasuk aku. DUH! Jadi, hari pertama sejak Malah dilahirkan, ASIku juga belum keluar…padahal proses pelekatan sudah berjalan denagn sangat baik. Di hari kedua, karena berat badan Mala mengalami penurunan, kraamzorg atau perawat yang menangani keluarga kami menyarankan untuk menghubungi bidan, mengeluarkan ASI enagn cara dipompa untuk memancing keluarnya ASI dan apabila perlu kita campur dengan susu formula.

Akhirnya, aku harus memompa ASI setiap 3 jam sekali sambil tetap berusaha direct breastfeeding di waktu yang sama. Sesekali ASI yang kurang harus ditambahkan dengan susu formula untuk menjaga berat badan Mala supaya tetap bagus.

Please jangan ditanya capek dan kurang tidurnya! hahaha

Tapi aku percaya bahwa usaha tidak pernah mengkhianati hasil. Akhirnya di hari ke-4 dan Ke-5, Mala terus menunjukkan peningkatan berat badan yang bagus dan… ASIku sudah mulai lancar! YEAY!

Nidurin anak sambil nulis Master Thesis.

Itu baru masalah ASI! Di saat yang bersamaan, aku harus bisa membagi waktu untuk menyelesaikan revisi tugas akhirku karena rencana awal sidang kelulusanku adalah di tanggal 30 Oktober 2017. Pagi-Siang jagain anak (sambil nulis di depan laptop), Malamnya juga tetep gantian jagain anak sama suami sambil tetep berusaha untuk menulis tugas akhir. Intinya, udahlah pengen cepet-cepet lulus aja biar at least, satu hal bisa diselesaikan. The sooner, the better, no?

Jadi, menyusui tetap jalan, gendong anak tetap jalan, tapi ngerjain tugas akhir dan lulus kuliah S2 harus tetap on track! Untungnya, datang bala bantuan orang tua yang berkunjung ke Belanda untuk membantu bergantian menjaga Mala juga mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Super bersyukur dengan datangnya bala bantuan ini, kalau engga, mungkin aku ngga akan pernah bisa lulus di bulan Oktober.

Sidang Kelulusan Bersama Mala

AND FINALLY… THE DAY HAS COME!

2 minggu sebelum sidang kelulusan, aku masih harus melalui semacam preliminary defense yang fungsinya untuk mengecek semua kelengkapan dan persiapan sidang. Kalau belum siap ya… terpaksa harus diundur lagi. Beruntung banget preliminary defenseku berjalan dengan lancar, jadi aku bisa mempersiapkan presentasi sidangku.

30 Oktober 2017

Kami tinggal di kota Utrecht yang memakan waktu 1.5 jam perjalanan dengan menggunaka kereta dan bis ke kota Delft. Karena tidak mau mengambil resiko terburu-buru dan panik di hari H, akhirnya kami memutuskan untuk menginap 1 hari sebelum tanggal sidang kelulusan di hotel sekitaran Delft.

Akhirnya sidang dihadapan dosen pembimbing dan dosen penguji pun berlangsung. Selama kurang lebih 2 jam sidangku berlangsung Arya harus menggendong dan berusaha menenangkan Mala supaya tidak berisik atau bahkan tidak menangis. Parahnya, kami berdua lupa bawa gendongan dongggg! HAHA, jadi, Arya harus menggendong non-stop 2 jam tanpa gendongan dengan aku sedang sidang di depan ruangan. Poor him, I know 😛

At last, I graduated with Mala! super duper bersyukur akhirnya bisa juga menyelesaikan kuliah S2, yang aku sendiri sempat berpikir pesimis bahwa kuliahku ini tidak akan selesai.

Key Takeaways?

Aku termasuk orang yang percaya: when there is a will there is a way

Sidang kelulusan S2 setelah melahirkan anak pertama di Belanda, buatku bukan pengalaman dan perjalanan yang mudah. Tentu yang namanya stres, marah, sedih itu pasti ada. Disini pertama kalinya aku merasakan semua emosi bercampur jadi satu..

Untungnya, aku memliki support system yang sangat baik, yaitu suamiku. Yang terus mendukung dan menyemangati supaya aku bisa tetap lulus kuliah dengan bergantian mengurus anak dan rumah! Menurutku, peran suami dalam rumah tangga itu sangat penting, karena toh rumah dan anak ini milik kita berdua. Jadi, tanggung jawabnya juga seharusnya dibagi dan dipikul berdua bukan?

Semoga, apapun mimpi kita, kita selalu mendapatkan dukungan dari orang-orang terdekat yah!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.