Hamil di Belanda Trimester 3: Persiapan Lahiran

I am back! Setelah vakum menulis blog ini selama hampir 2 tahun, akhirnya memutuskan untuk melanjutkan mengisi kekosongan blog ini lagi hehe. Kemana aja 2 tahun ke belakang? Ga kemana-mana, masih menulis juga, di halaman dan topik yang sedikit berbeda. But, I am so glad that I am back on this page, hoping you feel the same 🙂

Melanjutkan cerita Pregnancy Series, karena kok ada cerita hamil trimester pertama dan kedua, tapi ga ada yang ketiga? kan aneh hehe, luckily, I keep everything in my journal, so here we go!

Hal yang perlu diperhatikan di Kehamilan Trimester Ketiga

1. Memilih Tempat dan Metode Melahirkan di Belanda

Di Belanda, kita bisa memilih beberapa metode melahirkan, dengan catatan tetap dalam pengawasan tim kesehatan terkait. Jika kondisi kehamilan kita normal-normal saja, tanpa kondisi dan komplikasi apapun, kehamilan dan proses kelahiran kita sepenuhnya akan ditangani oleh bidan dan akan melalui proses persalinan normal.

Jadi, ga bisa cesar?

Yes, berbeda dengan di Indonesia dimana kita bisa memilih untuk melahirkan secara cesar ataupun normal sesuai dengan kehendak kita, di Belanda, proses melahirkan secara cesar hanya boleh dilakukan untuk kondisi kehamilan dengan kondisi atau komplikasi tertentu dengan rekomendasi dari bidan. Misalnya, kehamilan dengan riwayat cesar, kehamilan dengan diabetes, dan kondisi-kondisi lainnya. Proses melahirkan dengan cara cesar akan memerlukan tindakan medis dari dokter spesialis obgyn.

Proses melahirkan normal di Belanda pun ada berbagai macam cara. Kita bisa memilih untuk melahirkan di rumah, di rumah sakit, bahkan sampai metode waterbirth pun juga bisa! Jika kita memilih untuk melahirkan di rumah, kita tetap bisa terhubung dengan seorang bidan yang akan membantu proses persalinan di rumah. Jika kita memilih untuk menggunakan metode waterbirth, kita bisa menyewa kolam khusus waterbirth untuk dipasang di rumah, bahkan beberapa rumah sakit pun menyediakan fasilitas waterbirth secara gratis (dibayarkan oleh asuransi)!

2. Bius atau Tidak?

Di Trimester ketiga, kita juga mulai bisa memikirkan tentang penggunaan obat bius saat proses persalinan. Di Belanda, kita bisa mendiskusikan penggunaan obat bius yang akan kita pakai saat proses persalinan nanti bersama bidan atau dokter terkait. Beberapa bius yang ditawarkan waktu kehamilanku kemarin adalah morfin dan epidural.

Saat berdiskusi tentang penggunaan obat bius, pastikan kita bertanya secara jelas bagaimana obat bius itu akan dimasukkan kedalam tubuh kita, bagaimana efeknya ke tubuh kita, dan apa efek sampingnya. Dokter atau bidan akan dengan jelas menjelaskan kepada kita jika kita bertanya. Pastikan kita mengenal toleransi rasa sakit kita sendiri juga karena menurutku pribadi, tidak ada salahnya menggunakan obat bius demi kelancaran persalinan.

3. Menyiapkan Rencana Persalinan, Bersiap pada kemungkinan terburuk

Si trimester ketiga, sebaiknya kita (istri dan suami) sudah harus membuat rencana persalinan bersama bidan atau dokter yang akan menangani proses persalinan kita nanti. Di Belanda, rencana persalinan atau birth plan ini ternyata cukup umum untuk didiskusikan bersama antara calon ibu-ayah dengan bidan atau dokter. Rencana persalinan ini berbentuk sebuah dokumen yang kita tuliskan bersama. Gunanya apa? gunanya untuk membantu da mengarahkan bidan/dokter bertindak saat proses persalinan sesuai apa yang telah disepakati bersama tanpa harus bertanya-tanya lagi ke calon ibu (yang sudah pasti kesakitan dan fokus pada proses persalinan) dan calon ayah )yang juga pasti sedang kebingungan). Menurutku, rencana persalinan ini adalah dokumen yang sangat bagus dan praktis!

Kalau kalian tinggal dan melahirkan di Indonesia pun, aku sangat menyarankan kalian membuat dokumen rencana persalinan ini bersama bidan atau dokter kalian. Isinya apa aja sih?

Dokumen perencanaan persalinan meliputi beberapa pertanyaan dibawah ini:

  1. Bagaimana ekspektasi proses persalinan?
  2. Dimana proses persalinan ini dilakukan? dan dengan metode apa?
  3. Bagaimana ketahanan calon ibu terhadap rasa sakit dalam skala 1-10?
  4. Apakah calon Ibu bersedia menggunakan obat bius?
  5. Obat bius apa yang ingin digunakan saat proses persalinan?
  6. Bagaimanan ekspektasi peran suami saat proses persalinan nanti?
  7. Apakah ada keluarga atau orang lain yang hadir saat proses persalinan berlangsung?
  8. Apakah ada pihak yang mendokumentasikan proses persalinan nanti?
  9. Apakah ari-ari akan dibawa pulang/disumbangkan?
  10. dan pertanyaan-pertanyaan lain seputar kemungkinan – kemungkinan terburuk yang mungkin terjadi saat proses persalinan nanti

4. Berolahraga

Di Trimester ketiga, kita harus semakin sering berolahraga ringan, seperti berjalan kaki, bersepedaataupun prenatal yoga. Tujuannya adalah untuk memperkuat otot-otot supaya persalinan nanti berjalan lancar, terutama untuk yang berencana melahirkan secara normal. Aku sendiri memperbanyak berjalan kaki dan juga bersepeda ke beberapa tempat lain di Belanda, karena selain menyehatkan, juga membuatku happy!

5. Menyediakan Kraampakket

Kraampakket adalah sebuah paket yang berisi beberapa peralatan yang digunakan saat proses persalinan di rumah (jika memilih untuk melahirkan di rumah) dan juga dapat digunakan oleh kraamzorg untuk perawatan setelah persalinan. Isi kraampakket ini meliputi sarung tangan medis, perban, kasa, matras, pembalut khusus nifas, alkohol 70% dll.

Kraampakket ini bisa dibeli di toko-toko kecantikan dan kesehatan seperti Etos dan Kruidvat, atau bisa dibeli secara online. Untuk pengguna asuransi dengan paket tertentu, Kraampakket diberikan secara gratis. Kita bisa langsung menelepon asuransi kesehatan kita dan meminta Kraampakket untuk diantarkan ke rumah kita. Saranku, pastikan dulu dengan pihak asuransi apakah Kraampakket disediakan oleh asuransi atau tidak sebelum membelinya di toko.

Heltiq Kraampakket

6. Bersiap di rumah

Di trimester ketiga ini, kita juga harus mempersiapkan rumah kita supaya siap untuk dijadikan tempat untuk proses persalinan dan juga perawtan setelah melahirkan. Seseorang dari municipality akan mendatangi kediaman kita untuk melakukan pengecekan rumah kita apakah rumah kita ‘layak’ untuk digunakan sebagai tempat proses persalinan dan perawatan setelah melahirkan.

Seseorang ini akan memberikan daftar peralatan yang harus kita sewa secara gratis untuk membuat rumah kita ‘layak’. Situs penyawaan ini bernama medipoint. Disini kita bisa menyewa beberapa benda seperti:

  1. Bed raiser, alat untuk menaikkan tempat tidur kita setinggi 80 cm. Hal ini sebetulnya akan berguna dan memudahkan para bidan dan perawat yang akan membantu proses persalinan dan perawatan kita. Tinggi tempat tidur 80 cm adalah ketinggian ideal untuk para perawat dan bidan untuk bekerja secara nyaman dan aman.
  2. Kursi kencing
  3. Pispot
  4. dan peralatan lain sesuai dengan rekomendasi

Kita juga bisa memulai untuk melihat-lihat beberapa tempat penyewaan pompa asi jika sewaktu-waktu nanti diperlukan. Beberapa asuransi dapat membayarkan pembelian pompa asi juga lho! Jadi jangan lupa untuk mengecek terlebih dahulu apa saja yang bisa dicover oleh asuransi kesehatan kita.

Kraamhulpmiddelen pakket by medipoint

7. Menghubungi Kraamzorg lagi

Setelah kita menghubungi kraamzorg di trimester pertama, penyedia jasa kraamzorg yang kita pilih akan mengunjungi rumah kita lagi di trimester ketiga untuk melakukan pengecekan dan memastikan beberapa hal misalnya seperti due date dan rencana persalinan yang kita buat bersama dengan bidan/dokter kita.

Pastikan kita menyimpan nomer penyedia jasa kraamzorg kita untuk kemudian kita hubungi setelah proses persalinan selesai.

8. Berkemas ke rumah sakit

Setelah semuanya siap di rumah, saatnya kita bersiap-siap ke rumah sakit, You never know what happens right, so prepare for the worst. Jadi, kalaupun kita merenxcanakan proses persalinan di rumah, kita masih tetap harus bersiap dan berkemas ke rumah sakit. Apa saja yang harus dibawa?

  1. 2 set baju bayi ukuran 56/62
  2. Topi bayi
  3. sarung tangan bayi
  4. selimut bayi
  5. baju hangat/jaket bayi (untuk persalinan musim dingin)
  6. 3-6 buah popok
  7. baju ganti untuk ibu/ayah
  8. snacks, cemilan, makanan dan minuman kesukaan ibu/ayah
  9. baju ganti ayah
  10. tempat duduk maxi cosi dan stroller
  11. handphone dan chargernya
  12. kamera dan chargernya
  13. headset/earphone
  14. koin untuk menyewa kursi roda
  15. uang cash
  16. kartu asuransi dan rumah sakit, atm, paspor, dan residence permit belanda

Nah, kalau hal yang aku sebutkan diatas sudah siap semua, saatnya sekarang ibu dan ayah bisa berdoa, perbanyak olahraga dan meditasi , juga persiapan mental untuk proses persalinan yang menyenangkan! Semoga artikel ini berguna dan proses persalinanmu lancar!

4 thoughts on “Hamil di Belanda Trimester 3: Persiapan Lahiran

  1. Ternyata di Belanda ari-ari bayi kita bisa disumbangkan ya? Disumbangkan itu maksudnya untuk tujuan apa? Apa sebagai pengganti untuk istilah tidak dibawa pulang?

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.