Alasan mengapa mulai mengurangi sampah

Sejak awal tahun 2018, saya memutuskan untuk mengurangi jumlah sampah plastik  dan sampah domestik lainnya. Sebetulnya pemikiran untuk mengurangi jumlah sampah sudah ada sejak tahun 2017, hanya saja, saya masih merasa kalau hidup dengan zerowaste lifestyle itu “mahal”. Setiap kali saya lihat akun instagram dan website-website zerowaste, saya selalu melihat alat-alat yang fancy dan kalau saya lihat memang harganya lebih mahal dari produk konvensional dan berada diatas kemampuan saya.

Sampai akhirnya, pada pertengahan tahun 2017, saya pindah rumah di lingkungan yang mengharuskan saya memilah sampah menjadi 3 bagian, yaitu sampah organik, sampah plastik/kaleng/box karton, dan sampah lainnya. Pemisahan ini dilakukan untuk mempermudah proses recycle  yang dilakukan oleh perusahaan sampah yang menangani sampah di lingkungan saya tinggal. ngga main-main lho, saya diharuskan untuk membayar sebanyak 600 euro atau sekitar 10 juta per tahun hanya untuk sampah dan kebersihan!

Oke, kembali ke sampah, karena saya mulai melakukan pemilahan sampah, saya melihat  banyak sekali plastik yang terbuang hanya dalam waktu 1 minggu saja! dan saya melihat kembali lebih dekat ke supermarket, dan saya tersadar, hampir semua sayur dan buah dibalut dengan plastik! even worse, di Indonesia saya lihat diberi alas styrofoam! perasaan sedih, galau, gamang, bimbang pun bercampur jadi satu karena saya menyadari bahwa saya menjadi salah satu penyumbang terbesar polusi plastik yang mengotori bumi kita, ya tempat kita tinggal ini.

Akhirnya, saya memutuskan untuk mengedukasi diri saya mengenai zerowaste lifestyle dengan lebih baik dan melihat lebih dekat toko-toko di sekitar saya yang menjual buah dan sayur tanpa pembungkus plastik. Ternyata of ternyataaaa…. setelah beberapa minggu saya mencoba menghindari plastik, belanjaan saya berkurang dan kembali kepada “inti” belanjaan yang saya butuhkan. I am so happy with my decision! so, here I summarize couple of reasons why I choose to living a zerowaste lifestyle and you should try it too!

#1 Untuk bumi kita dan semua makhluk di dalamnya

Kalimat ini pasti sudah banyak sekali digunakan. Ya, memang seperti itu kenyataanya! Setiap menit, sebanyak 1 juta plastik digunakan dan 50% nya adalah a single-use plastic  yang langsung berakhir di tempat penimbunan sampah atau landfll. Ngga cuma itu yaa..sampah plastik ini juga bisa berakhir di laut! Hasil riset dari the world economic forum, the ellen macArthur foundation and McKinsey menyatakan bahwa 32% dari 78 juta ton plastik yang diproduksi setiap tahun mengalir ke laut kita. Jumlah ini setara dengan menumpah satu truk penuh sampah ke laut setiap menit! [1] ugh.. dan berita yang lebih buruk? Indonesia merupakan negara kedua yang terbanyak membuang sampah plastik kelaut setelah Cina [2].

Source: IG @sustaination

Lebih parahnya lagi, plastik membutuhkan waktu 400 tahun untuk terurai! dan selama plastik itu belu terurai, plastik tersebut akan hancur menjadi mikroplastik dan mencemari lingkungan kita seperti tanah, air (termasuk air tanah), dan laut. Sebagian ikan-ikan bisa ngga sengaja makan mikroplastik ini, aaand eventually mikroplastik ini akan berakhir ditubuh kita saat kita memakan ikan yang tercemari mikroplastik!

IMG_5590

oh ya, talking about zerowaste itu ga cuma plastik ya, hal yang lebih parah daripada plastik itu styrofoam! Styrofoam masih banyak sekali digunakan oleh supermarket-supermarket besar sebagai alat pembungkus sayur, buah, daging, dan ikan! selain itu banyak juga restauran yang menggunakan styrofoam untuk melayani take away food. oh well, once you use styrofoam, it will stay forever and ever and ever! karena styrofoam tidak akan pernah bisa terurai! (brb nangis dulu di pojokan ya).

kebayang kan kenapa kita harus banget mengurangi sampah plastik dan styrofoam kita?

#2 Zerowaste membuat kita lebih sehat dan menambah skill memasak

I have to be honest with you. Saya sebetulnya kurang bisa memasak. Ya, bisa sih, tapi menu yang itu-itu saja. Tak jarang saya dan suami ingin makan rawon, soto dan masakan indonesia lainnya. cumaaaa…. saya tuh mudah menyerah dengan keadaan karena saya tau, masak makanan indonesia itu bumbu dan rempahnya seabrek! alhasil saya selalu mengandalkan bumbu instan.

Sejak saya memutuskan untuk mengurangi sampah, saya diharuskan untuk memasak semua makan dari scratch! no more bumbu-bumbu instan! apalagi mie instan yang enak itu haha. Mau tidak mau akhirnya saya belajar juga masak makanan Indonesia. Makanan pertama yang saya masak adalah bubur ayam kuah kuning, lalu selanjutnya saya masak soto. Ternyata makanan Indonesia ituuu gampang! Rempahnya memang banyak tapi cuma itu-itu aja. Sekarang saya sudah bisa masak soto betawi dan empal gentong (sombong hehe).

Karena semua makanan saya masak dari nol atau dari scratch, kita bisa dengan leluasa mengontrol apa yang kita masukkan kedalam masakan saya, seperti garam, gula, dan MSG. Dalam kasus saya yang saya bisa mengontrol jumlah garam yang saya masukkan kedalam masakan saya (saya tidak pernah memasak dengan gula dan MSG). Bandingkan dengan bumbu instan? berapa jumlah garam, gula, dan MSG yang ada di dalam bumbu instan untuk membuat masakan kita menjadi “gurih” dan “enak” ?

#3 Zerowaste membuat kita lebih hemat

if living zerowaste lifestyle makes you broke, then you do it in a wrong way!

Sejak saya saya memutuskan untuk mengurangi sampah saya, saya jadi lebih fokus dengan apa yang saya benar-benar butuhkan. Dalam hal grocery shopping, ada masa dimana saya dan suami bisa menghabiskan uang sampai 10 euro hanya untuk cemilan saja! Padahal dengan uang yang sama saya bisa beli hampir 5 kg sayap ayam. Dengan hidup zerowaste, saya harus merencanakan daftar berlanja saya dengan menghindari package snack and food. Dengan perencanaan daftar belanja yang baik, saya menjadi lebih fokus terhadap daftar belanja yang saya perlukan untuk seminggu atau beberapa hari kedepan dan terhindar dari barang-barang yang tidak perlu atau berlebihan sehingga bisa menjadi busuk/layu. Hilangnya cemilan dari daftar belanja saya, sudah tentu mengurangi pengeluaran untuk belanja mingguan kami, yeay!

Zerowaste lifestyle juga membuat saya lebih bijak dalam berbelanja. Untuk beberapa barang, I tend to focus on buying things which lasts for years – eventhough it is more expensive upront. Misalnya, dengan menggunakan menstrual cup dengan harga 24 euro tapi bisa dipakai sampai 10 tahun. Selain itu, saya juga memilih untuk membeli barang elektronik dengan kualitas yang baik. Walaupun agak sedikit lebih mahal, barang dengan kualitas yang baik akan bertahan lebih lama.

#4 Zerowaste lifestyle membuat kita menjadi kreatif dan belajar hal baru

Zerowaste bisa dimulai kapan saja dengan melihat sekelilingmu. Saya tidak membeli kotak makan dan wadah minum baru hanya supaya terlihat fancy dan instagrammable kalau di foto, karena simply saya sudah memiliki kotak makan plastik yang berumur 3 tahun dan botol stainless steel yang berumur 1 tahun. You can definately start from what you have! 

Selain itu, kita juga bisa membuat Do-It-Yourself (DIY) project dengan menggunakan barang-barang yang ada di rumah kita. Banyak kok tutorial, resep, even step by step video untuk DIY zerowaste project seperti membuat zerowaste personal care atau cleaning essentials di internet! Salah satu DIY yang saya buat adalah reusable cotton squares sebagai pengganti kapas pembersih muka. Reusable cotton squares ini saya buat dari kain katun anak saya yang sudah tidak terpakai dan saya jahit dengan skill menjahit seadanya berbekal dari youtube. hehe.

IMG_6210

#5 Selflove

Dengan menerapkap zerowaste lifestyle kita menjadi belajar apa yang baik untuk bumi kita dan tentunya apa yang baik untuk tubuh dan hidup kita. Saya sendiri belajar untuk mulai memilih barang-barang yang terbuat dari bahan alami yang aman untuk saya dan keluarga saya terutama untuk bayi.

dann… dengan mengambil keputusan ini saya merasa doing something good for the planet, walaupun cuma sedikit sekali. Setiap saya berhasil belanja tanpa menggunakan plastik dan membuat sesuatu dari DIY project saya sendiri, saya merasa puas dan bangga terhadap diri saya sendiri. Suatu perasaan yang menyenangkan!

Going zerowaste is like a gift to myself. It’s from me to me and to my planet.


Itu tadi beberapa alasan mengapa saya memilih untuk mengurangi sampah plastik saya. Sebagai catatan pribadi dan untuk mendukung teman-teman pembaca, saya membuat page khusus untuk berbagi infrmasi mengenai zerowaste lifestyle. Kindly follow IG @sustaination.

Semoga dengan adanya page itu, pembaca bisa dpaat dengan mudah mengakses informasi mengenai zerowaste sehingga bisa menemukan alasan yang baik untuk segera memulai mengurangi sampah plastik. We all could start from one small thing. If every one of us do one small thing, together we could create big impact to save our planet.

View this post on Instagram

PERJALANAN DAN JEJAK KARBON PLASTIK . Ribet banget sih kemana2 bawa tas belanja, botol minum dan wadah makan. Lebih boros air juga kan nyucinya? . Pernah ga sih kepikiran atau denger komentar seperti ini? . Penggunaan plastik sekali pakai memang keliatannya praktis. Tapi pernah ga sih kita berpikir gimana perjalanan plastik itu sampai ke tangan kita? . Ternyata, perjalanan plastik sampai ke tangan kita itu melewati proses yang sangat panjang lho! Mulai dari proses ekstrasi bahan baku minyak bumi, produksi, distribusi hingga jadi plastik siap pakai . Proses ekstrasi, pengangkutan dan pengolahan pelet plastik dari minyak bumi memiliki potensi tinggi mencemai lingkungan seperti potensi tumpahan minyak dan pelet. . All in all, perjalanan plastik ini menghasilkan jejak karbon yang besar lho yaitu 1.800 TON CO2 dan 60% jejak karbon ini dihasilkan saat proses produksi! . Yang lebih menyedihkan? Plastik yang dihasilkan dari proses yang ribet itu cuma dipakai beberapa menit aja dan akan mencemari lingkungan selama ratusan tahun sampai ia terurai . ZERO WASTE IS MORE THAN JUST PLASTIC WASTE! . Artikel selengkapnya bisa kamu baca di www.sustaination.id ya! . Jadi, gimana menurutmu? Masih males bawa dan nyuci peralatan pakai ulangmu? #sustaination #lowimpactindonesia #lowimpactliving #sustainableliving #hidupberkelanjutan #consciousliving #hidupberkesadaran #plasticwaste #jejakkarbon #carbonfootprint #belajarzerowaste #zerowasteindonesia

A post shared by Sustaination (@sustaination) on

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.