Hamil di Belanda Trimester 1: Persiapan kehamilan di Belanda yang berbeda dengan di Indonesia

Waktu tau aku hamil dan melahirkan di Belanda, banyak sekali teman-teman yang mempertanyakan tentang “bagaimana sih pengalaman hamil dan juga melahirkan di Belanda?”. Beberapa juga sudah memintaku untuk menulis di blog, tapi baru sekarang bisa menulis lagi. So, here it goes my pregnant stories in The Netherlands.

Waktu pertama kali tahu kalau aku hamil, aku dan suami sebenarnya sempat kaget. Oke, ralat, sepertinya hanya aku saja yang kaget.  Soalnya, kehamilan ini benar-benar tidak direncanakan, ditambah lagi, posisiku yang masih sebagai mahasiswa master di tingkat akhir, membuat kehamilan ini menjadi semakin menantang!

Kok akhirnya bisa tahu kalau hamil?

Jadi Januari tahun lalu, aku sempat sakit selama 2 minggu. Pada dasarnya, aku memang punya sakit maag dan gampang sekali masuk angin terutama saat musim dingin. Tapi, kali ini rasa agak berbeda. Yang pertama, jadwal menstruasi bulan Januari agak telat. Awalnya belum juga curiga karena jadwal bulananku memang agak kurang teratur. Yang kedua, kalau masuk angin, kok sampe 2 minggu ga sembuh sih? Akhirnya kami memutuskan untuk membeli test pack, yang akhirnya berujung dengan dua garis merah alias positif hamil. Kaget? iya banget!

Setelah tahu hamil, hal pertama yang aku lakukan adalah mulai mencari tahu bagaimana orang Belanda menangani wanita hamil dan melahirkan. Ternyata, sangat berbeda dengan apa yang ada di Indonesia lho!

Hal yang perlu disiapkan saat hamil di Belanda

#1 Daftar Asuransi Kesehatan Umum atau Basic Insurance

Jadi, di Belanda ini banyak sekali jenis asuransi. Untuk asuransi sendiri hukumnya WAJIB. Artinya, setiap orang yang tinggal di Belanda ini harus di cover oleh salah satu jenis asuransi kesehatan tapi kita tidak boleh memiliki asuransi kesehatan lebih dari satu, misalnya student and basic insurance yang aktif secara bersamaan – aku juga baru tahu belakangan (ada cerita sendiri tentang drama asuransi di tulisan yang lain yah!). Asuransi itu penting karena semua rumah sakit dan klinik di Belanda hanya melayani pasien dengan asuransi. Jadi, ga bisa tuh kita nyelonong datang ke UGD/Spesialis/Dokter Umum tanpa membuat appointment dengan menyebutkan nomer asuransi kita! Ribet ya? yes! but at the end, I feel it is more secure and convinient karena kita ga perlu lagi mengeluarkan biaya untuk dokter, pengobatan dan obatnya sendiri.

Sebelum hamil, aku memakai student insurance karena memang posisiku waktu itu sedang studi di Belanda yang mengharuskan setiap mahasiswa memiliki student insurance. Setelah tahu kalau aku hamil, akhirnya aku mendaftarkan diri ke salah satu perusahaan asuransi yang menyediakan basic insurance tanpa tahu kalau aku harus membatalkan polis student insurance  yang lama. Ini poin penting yah! Untuk mahasiswa yang hamil dan sedang studi di Belanda, sangat penting untuk memberhentikan polis student insurance  dan menggantinya dengan basic insurance. Note that having more than one health insurance coverage in The Netherlands is considered as an illegal activity!

Aku sendiri sempat ganti basic insurance di tengah kehamilanku (yang akan aku ceritakan nanti ya!). Long story short, aku akhirnya menggunakan Zilveren Kruis (ZK) dengan two additional stars. Pengalamanku selama menggunakan asuransi ini sangat baik and I totallly reccommend this insurance for pregnant woman! They have a very good and fast response customer care. Buatku, customer care itu penting banget and I found that ZK’s customer care is very very very helpful! love it love it love it! 

#2 Periksa ke klinik bersalin atau bidan terdekat

Kok ke klinik sih? kok ke Bidan sih? Kenapa ga langsung ke obgyn atau gynaecologie?

Itu salah satu pertanyaan terbanyak yang aku terima saat hamil. Jadi, di Belanda ini, karena kesehatan semua orang ditanggung oleh asuransi, semua harus mulai dari dokter umum (untuk yang sakit) dan bidan (untuk yang hamil tanpa riwayat komplikasi  atau hamil pertama).

Memangnya bidan atau midwive di Belanda bagus?

siapa sih yang kalau melahirkan di bidan itu ga bagus? Ibuku seorang bidan yang bekerja di Puskesmas dan membuka klinik bersalin di rumah. Yang aku ahu, menjadi seorang bidan juga berat lho! Tanpa peralatan khusus yang canggih, seorang bidan bisa menentukan due date, usia kehamilan dan lain sebagainya! So, untuk bisa jadi Bidan itu harus pintar, kan?

di Indonesia sendiri, kita diberi kebebasan untuk memilih melakukan kontrol kehamilan langsung ke obgyn atau ke bidan. Semua tergantung preferensi dan tentunya budget yang ada.

Untuk di Belanda, begitu mendapatkan hasil positif dari test pack, kita bisa langsung cari di internet praktek bidan atau klinik bersalin (yang biasanya jadi satu dengan rumah sakit) di daerah tempat tinggal kita.

Pengalaman periksa hamil di Bidan

So, kalau di Belanda ini, periksa hamil ke bidan itu ga cuma di handle sama satu orang. Bisa aja sih, kita buat appointment untuk melakukan kontrol dengan bidan yang kita suka, it’s absolutely doable. Tapi, buatku, tidak masalah untuk bertemu dengan orang yang berbeda, karena semua data kita tercatat secara online sehingga setiap bidan punya akses riwayat dan data kita.

Bidan di Belanda juga hampir sama seperti di Indonesia kok. Mereka tidak ada peralatan khusus, misalnya layar USG khusus yang bisa menunjukkan detail organ janin. Bidan pertamaku memiliki peralatan USG yang menurut dia tidak terlalu canggih yang digunakan untuk pengecekan awal kehamilan. Untuk cek USG khusus, kehamilan normal dijadwalkan untuk dua kali USG yaitu di minggu 20an dan di minggu 30an. Pemeriksaan USG khusus ini tidak dilakukan oleh bidan, tidak juga dilakukan oleh dokter spesialis obgyn, melainkan dilakukan oleh spesialis khusus pemeriksaan USG. Hebat bukan?

Mungkin terdengar agak ribet, tapi sebetulnya ini memudahkan pembagian kerja!

USG kehamilan pertama
USG pertama di bidan

Terus obgyn ngapain dong?

OK, sekarang kalau semua kontrol di bidan dan pemeriksaan USG ada bagian sendiri, obgyn kapan dong kebagian rejeki? Jadi, selama masa kehamilan, ada beberapa tes yang harus dilakukan, termasuk tes darah dll. Kita akan di arahkan ke dokter spesialis obgyn hanya jika ada indikasi komplikasi dalam kehamilan kita, misalnya darah tinggi, sungsang, riwayat caesar dan komplikasi lainnya. Obgyn juga akan menangani proses melahirkan dibawah tindakan medis, misalnya penggunaan pain killer seperti morfin dan epidural.

So, semua dapat jatahnya sendiri-sendiri di Belanda! which I think a very good system yah!

#3 Mulai booking Kraamzorg

Apa itu kraamzorg? Kraamzorg itu adalah maternity care yang akan didapatkan oleh semua wanita yang melahirkan anakanya di Belanda. Kraamzorg ini PENTING sekali perannya untuk membimbing dan membantu ibu yang baru saja melahirkan, apalagi seorang ibu baru dengan anak pertamanya.

So, di Belanda ini, setelah melahirkan kita akan mendapatkan fasilitas maternity care yang ditanggung asuransi selama 7 hari dengan durasi 8 jam per hari. Seorang perawat akan datang ke rumah untuk membimbing para orang tua baru yang minim pengetahuannya soal anak bayi. Setelah aku melahirkan, Suzanne, perawat kami datang selama 7 hari dan membimbing kami bagaimana cara merawat newborn. Beberapa pekerjaan yang termasuk jobdesc di dalam kraamzorg ini:

  • Mengecek kesehatan Ibu – tanpa melakukan tindakan medis ya! Kalau Ibu sakit, dia akan menelepon bidan
  • Membantu membersihkan rumah
  • Mencuci, melipat, menstrika pakaian
  • Menggantikan bedsheet
  • Memasak (ok yang ini jangan expect dia bisa masak rendang atau anything complicated ya!)
  • Mengajari orang tua merawat bayi (memandikan, menggantikan popok, menengkurapkan bayi, menidurkan bayi, memberikan susu di dalam botol, memberikan ASI, and anything related to newborn)
  • Menjaga anak yang lebih tua, termasuk mengantarkannya ke sekolah – bila ada
  • Grocery shopping

So, it was totally a great help for us! Jadi, semula kami yang ga tau menahu tentang mengurus bayi tiba-tiba bisa dibilang lumayan lah, lumayan bisa survive! dan menurutku, sistem ini hal yang sangat baik yang ada di Belanda lho! Karena dalam 7 hari kami mendapatkan semua ilmu dasar merawat bayi, based on medical and science! bukan mitos belaka – yang sering terjadi di Indonesia, betul tidak?

Untuk kalian yang sedang hamil di Belanda, begitu kalian tahu due date, kalian langsung bisa telepon asuransi kesehatan kalian dan mulai mencari kraamzorg yang di cover oleh asuransi kesehatan kalian.

kok awal sekali bookingnya? ya! Kraamzorg harus di booking sedini mungkin, karena ada kemungkinan mereka akan full lho! ga kebayang deh lahiran sendiri di Belanda tanpa keluarga dan TANPA KRAAMZORG! OH BIG NO!!

Untuk Kraamzorg, aku menggunakan jjasa Careyn. Sebetulnya tidak ada alasan khusus mengenai service. Hanya saja Careyn memiliki jangkauan yang cukup luas di Belanda yang saya butuhkan karena di kehamilan 8 bulan, saya harus pindah rumah dari kota Delft ke kota Utrecht. Menurut saya service Careyn sangat baik, but i think it really depends on the nurse who comes to your house, so each experiences could be different!

#4 Beri kabar kehamilan ke student advisor/supervisor/bos di kampus atau di kantor

In general, orang belanda itu very supportive dengan kehamilan. Selama aku hamil, student advisor dan supervisorku sangat helpful dan supportive, begitu juga dengan supervisor suami di kampus. Mungkin, mereka juga paham, bahwa kami sebagai mahasiswa international, we are on our own, karena memang kami sendiri di Belanda. Penting sekali untuk mengabarkan kehamilan kamu ke supervisor, student advisor atau bos kamu dan suamimu di kampus ataupun di kantor. Kenapa? Karena mereka akan maklum dan ada beberapa kemudahan dan bantuan yang bisa didapatkan dari kampus untuk mahasiswa yang sedang hamil – tentunya masing-masing kampus bisa berbeda peraturannya.

Sejak aku tahu kalau aku hamil, aku angsung mengabarkan berita kehamilan saya kepada supervisor dan student advisor di jurusan saya. Mereka sangat terbuka dan sangat mengerti kegelisahan saya sebagai mahasiswa master tingkat akhir. Untuk di kampus saya sendiri, wanita hamil diperkenankan untuk mendaftarkan diri ke kampus untuk bantuan subsidi biaya sekolah dan bantuan biaya hidup jika mengalami keterlambatan kelulusan (untuk master diatas dua tahun masa studi), dengan mengajukan beberapa persyaratan seperti motivation letter serta reference letter dari student advisor dan dokter.

Rencana awalku memang masih ingin lulus ontime, sekitar bulan Agustus. Tapi apa daya Tuhan berkehendak lain. Cerita tentang keterlambatan kelulusanku akan kutulis lain waktu ya hehe. Long story short, akhirnya aku pun mendaftarkan diri untuk subsidi ini, dan alhamdulillah aku termasuk mahasiswa yang eligible untuk mendaftar dan bisa mendapatkan subsidi ini. Lumayan lho nominalnya!

Persiapan lain?

#4 Vitamin pre-natal

Selama hamil, memang ada baiknya untuk mengkonsumsi vitamin pre-natal atau vitamin lain sesuai dengan ajuran dokter. Sebetulnya banyak sekali vitamin pre-natal yang tersedia, aku sendiri menggunakam vitamin “Maternity”. Pengalamanku selama menggunakan vitamin ini sangat baik! tapi tentunya bisa berbeda di setiap orang. Selama hamil trimester pertama, aku benar-benar tidak mengalami morning sick atau rasa mual di pagi hari yang biasa dialami oleh wanita hamil di 3 bulan pertama. So, I really recommend this pre-natal vitamin. Sayangnya, vitamin ini sepertinya belum dijual di Belanda, aku beli di Indonesia dan titip teman untuk dibawakan ke Belanda.

#5 Persiapan fisik dan mental

Untuk persiapan fisik sendiri, tidak ada persiapan khusus. Hanya saja sebelum hamil, aku biasa melakukan yoga di semua kelas, saat hamil aku hanya bisa mengikuti kelas khusus ibu hamil atau pre-natal yoga (which is very very sad). Aku merasakan banyak manfaat dari pre-natal yoga, diantaranya untuk mengurangi rasa sakit pinggang dan punggung! Selain itu, tidak ada persiapan fisik khusus. Aku masih bersepeda, jalan kaki, dan naik kendaraan umum seperti saat sebelum aku hamil. Intinya, aku tidak memiliki kegiatan khusus ataupun batasan-batasan tertentu dalam beraktivitas.

UHLW9023.jpg
Spring picnic saat kehamilan memasuki usia 3 bulan

Persiapan mental sebetulnya setiap wanita bisa berbeda-beda. Aku termasuk di kelompok yang takut sekali kesakitan saat proses melahirkan. Jadi, aku membaca beberapa buku tentang proses melahirkan untuk menambah pengetahuan dan wawasan tentang metode atau cara melahirkan yang ada. Dengan begitu, aku bisa menentukan proses melahirkan seperti apa yang ingin aku tempuh. Selain itu, aku dan suami juga mengikuti kursus hypno-birthing yang aku rasa sebetulnya ga perlu-perlu banget, but it is still nice to get the knowledge!


I really hope that this post could be useful for Indonesian women who are currently pregnant in The Netherlands! dann juga buat teman-teman yang kemarin penasaran dengan proses pemeriksaan hamilku selama di Belanda. Cerita trimester kedua nanti aku lanjut lagi ya!

Cheers,

Tyas

5 thoughts on “Hamil di Belanda Trimester 1: Persiapan kehamilan di Belanda yang berbeda dengan di Indonesia

  1. Wah hebat banget sistem untuk ibu bersalin di Belanda, sampai ad Kraaamzorg. Itu helpful banget, lho. Di Belanda laju pertumbuhan penduduk lebih rendah ya daripada di Indonesia? Di Indonesia support systemnya kurang dan emang bener kebanyakan mitos yang ga beres untuk ibu baru.

    Like

    1. Betul banget mba! aku bener2 terbantu banget sama namanya kraamzorg dan itu beda bukan kaya doula gitu. ini di cover asuransi kesehatan pula jadi kita terima beres ga bayar2 lagi. Seneng karena bisa belajar ngurus anak berdasarkan fakta ya bukan mitos2 yang beredar.

      sistem ini cuma ada di belanda sih sayangnya. dan mgkin karena anak yang lahir di belanda itu ‘berharga’ banget kan disana laju pertumbuhan anaknya rendah, jadi orang lahiran itu bener2 disayang banget sama negara hehe

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.