My Social Media Detox: The good and evil

Beberapa minggu kemarin, saya sempat melakukan apa yang saya sebut social media detox. Social media detox bagi saya adalah menjauhkan diri dari segala media sosial yang saya punya dengan cara meng-un-install apilkasinya.

kenapa sih kok sampai detox?

I have been using Facebook and Instagram for such a long time! ketika saya lulus kuliah dan berhenti bekerja, saya mulai lebih sering scroll timeline Facebook dan Instagram story. Awalnya memang hanya sebagai pengisi waktu luang dan sarana hiburan sambil menunggu anak tidur siang. Sampai akhirnya saya sadar bahwa media sosial telah memberikan dampak negatif kepada saya, tanpa saya sadari in which I think it is totally dangerous! and that’s when I decided that I need to pause.

The evil

Alasan kenapa saya un-install social media berawal dari berbagai berita negatif yang bermunculan di Facebook. Belum lagi berbagai macam hoax yang disebar untuk menebarkan permusuhan. Alhamdulillah, saya belum pernah termasuk golongan orang yang berdebat secara online melalui Facebook. Jujur saja saya bingung, kenapa ya bisa ada orang bertengkar di media sosial? I mean, how do you manage to have time to argue with somebody you don’t know? Lalu, semakin kaget karena saya baru tahu kalau ternyata ada forum untuk “bergunjing” misalnya seperti d*tikforum. Saya sempat membaca salah satu thread yang ada disana. Isinya? gunjingan kearah menghina. I mean, why do you have to spread so much hate and negativity?

 

Lalu, tentang Instagram.

Secara tidak sadar, saya telah terbawa arus Instagram dimana saya melihat “kehidupan” orang lain yang terkesan sangat indah – yang bisa dilihat dari galeri foto Instagram mereka. ya, memang di Instagram, semua terlihat lebih indah dan ideal. I mean, siapa sih yang gamau hidup seperti travel blogger idola yang bisa jalan-jalan kemana-kemana dengan foto yang bagus?

Saya pun mulai terjebak dalam arus “iri hati” Instagram. yes, ada masanya dimana saya sempat berpikir, “enak yah kesini”, “enak yah kesitu” dan lain sebagainya. Memang sih belum kearah negatif. Tapi kebayang ngga, kalau pikiran itu sampai kearah membandingkan hidup kita dengan orang lain? contohnya, seorang Ibu yang membandingkan anaknya dengan anak orang lain di Instagram. Oh BIG NO! Pernah dengar #forthegrams, dimana orang-orang rela melakukan apapun demi likes dan follower di Instagram? coba cek kalau belum. To me, it’s so sick and scary at the same time!

Saya percaya, di balik feed Instagram yang indah itu ada kerja keras si blogger atau influencer yang kita follow. They will never show you how many pictures they took, how much time they spend just to edit ONE SINGLE picture to be posted on Instagram, and how many hours they spend creating a nice content. Well, I could never blame those influencers because they are super good at their job: getting people influenced by them, no?

However, I feel like I need a little pause from the screen just to get my heart and my head clear. 

What I get after ‘the pause’

Selama masa social media detox, saya lebih banyak melakukan hal-hal yang produktif. Misalnya menulis blog ini lagi dan membaca buku. Saya juga menghabiskan waktu lebih banyak dengan anak saya – kali ini dengan lebih fokus. Dengan begitu, saya menyadari bahwa setiap menit yang saya lalui bersama anak saya, yang sekarang berusia 7 bulan, tidak bisa terulang kembali.  I always feel like it was yesterday she was born and can do nothing except crying for milk and diaper changing but suddenly she is able to crawl ad stand up! Then, I realized that every minute with her becomes really matters. Saya lebih menikmati waktu saya bersama keluarga dan dengan diri saya sendiri.

It’s so peaceful that I am able to count my blessings again.

Saya sadar bahwa setiap orang akan memiliki kehidupan-nya masing-masing. Having a good feed on Instagram is not equal to a happy life. There are people who are happy enough without Instagram and there are some others who struggle with their life just to get more likes and followers. Crazy, no? I mean, we are still living in the real world, not on Instagram, right?

 

IMG_6448
less screen time more family time

Tapi, setelah beberapa hari tidak menggunakan media sosial, saya merasa kehilangan beberapa informasi penting yang paling update. Akhirnya, saya harus mengakui bahwa media sosial juga memiliki sisi positif juga!

 

The good

Saya harus akui bahwa media sosial itu adalah pisau bermata dua. Selain berdampak buruk, media sosial juga memiliki dampak positif terhadap penggunanya. Semua itu tergantung seberapa bijak kita menggunakan media sosial kita. At least, itu yang saya alami. Hal positif yang saya dapatan dari media sosial misalnya informasi mengenai MPASI (Makanan Pendamping ASI), tips parenting, dan info-info lain yag saya butuhkan dari Instagram. Facebook juga telah menjadi platform jual-beli yang penting bagi saya selama di Belanda. Di Belanda, platform jual-beli barang bekas murah dan tercepat adalah melalui Facebook.

With all those positive reasons, I decided to reinstall my Facebook and Instagram apps again. Yup, terkesan plin-plan memang, tapi tunggu dulu. Instalasi aplikasi Facebook dan Instagram kali ini saya ikuti dengan 3 tahapan:

  • Unfollow Facebook account bermuatan negatif. Fokus pada akun facebook yang bersifat informatif dan menghibur
  • Unfollow Instagram account yang merupakan commercial influencer, because it’s their job to make you want to be like them! – misalnya akun artis, Instagrammer dan youtuber masa kini. Saya lebih berfokus kepada akun Instagram yang bersifat informatif dan inspiratif misalnya DIY account
  • Open social media account when it is really needed, not when you are bored

By following those 3 rules above, I could wisely choose what I want to see and control my screen-time only when I need an updated information. In that way, I have more time for my family and myself.


to conclude, always be careful with the use of your social media account. It is important to wisely choose who to follow because it will determine how much time you spend on things that really matter.

and always spread the love. not hate.

Cheers

Tyas

One thought on “My Social Media Detox: The good and evil

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.