Hiking Journal: Rinjani

Rencana perjalanan ini dimulai dari gue dan temen gue, Sabrina, yang lagi stres dengan Tugas Akhir kami masing-masing. Kami memutuskan untuk melakukan perjalanan ini sesegera mungkn setelah kami berdua lulus sidang. Beruntunglah, setelah kami berdua berhasil melewati sidang tugas akhir kami, ada rombongan lain (temen Sabrina) yang juga merencakan trip yang sama. Jadilah kami berdua gabung ke rombongan ini untuk melakukan perjalanan ker Rinjani ini.

Tim kami terdiri dari 10 orang, 5 cewek dan 5 cowok. Sebagian berangkat melalui jalur darat dari Bandung, yang lain melalui jalur udara dari Jakarta dan Surabaya. Gue sendiri memutuskan untuk berangkat melalui jalur udara karena harus pulang dulu ke Surabaya hehe. untuk perjalanan via udara, cukup mudah. Dari Surabaya ada beberapa penerbangan yang menuju ke Lombok Praya, yaitu Citilink, Garuda, dan Lion / Wings Air. Harga terendah biasanya disediakan oleh maskapai Citilink. Dari Bandara Lombok Praya, tidak ada pilihan lain selain sewa mobil untuk menuju ke Pos Sembalun. Perjalanan ini ditempuh selama kurang lebih 4 jam dengan ongkos yang cukup mahal, yaitu sewa mobil + bensin + supir sebesar Rp 500.000 , beruntungnya, bukan cuma gue yang jalur udara, jadi ongkos ini bisa dibagi 4 hehe

Diawali dengan kesialan gue di Bandara Surabaya, yaitu penggantian jadwal penerbangan oleh maskapai Citilink (masih untung bisa berangkat), kesialan gue berlanjut di Bandara Lombok dengan bagasi gue nyasar di maskapar Lion (oke masih untung ketemu). Rombongan jalur udara akhirnya bisa bertemu juga dengan rombongan jalur darat di Pos Sembalun sekitar pukul 23.30 WITA, tentunya lebih kece karena kami naik pesawat dan avanza dengan sopirnya hahaha. Setelah cukup bercengkerama, kami memutuskan untuk tidur di sekitar pos pendaftaran sembalun. Pos ini dilengkapi dengan kamar2 yang disewakan di halaman belakang yang pada akhirnya kami tahu kalau kamar2 itu tidak terkunci haha tapi ya tau diri lah ya, ga mungkin kami tidur di kasur dan kamar yang hangat tanpa bayar, tapi numpang ngecharge boleh lah yaaa hehe :p

Setelah cukup tidur dan sarapan, kami mendaftarkan diri ke pos sembalun. Ongkos pendaftaran sebesar Rp 2.500.

1044881_10201329251931715_1901105415_n

Para Pendaki hendaknya berhati-hati jika melakukan camp dimanapun di Area Taman Nasional Gunung Rinjani. Di kawasan ini banyak terdapat monyet liar yang ga segan untuk mengambil barang-barang pendaki. Ditambah lagi dengan anjing penduduk yang entah dari mana asalnya bisa mengikuti pendaki. Jaga barang baik-baik, sekedar berbagi pengalaman, sepatu gunung gue dicuri entah monyet entah anjing hahaha. Untungnya berhasil ditemukan oleh seorang Pendaki lain di entah-dimana sepatu gue ini tergeletak.

Image
Padang Savana via Sembalun
Image
Monyet liar dan kawanananya di sekitar kemah

Catatan Perjalanan Darat Bandung-Lombok 21 – 23 Juni 2013 

WIB

20.30 – 06.15 : Stasiun Kiara Condong-Solo Jebres (KA Kahuripan) , Rp 100.000

08.55 – 20.40 : Solo Jebres – Banyuwangi (KA Sri Tanjung), Rp 90.000

22.45 – 00.45 WITA : Banyuwanggi – Gilimanuk, Kapal feri Rp 6000

WITA

00.45 – 3.45 : Gilimanuk – Terminal Mengwi, Bis Rp 30.000

3.50 – 5.00 : Terminal Mengwi – Pelabuhan Padang Bai, Mobil APV  Rp 40.000/orang

5.45 – 10.30 : Pelabuhan Padang Bai – Pelabuhan Lembar , Kapal Feri Rp 36.000

12.15 – 14.15 : Lembar – Pasar Aikmal, Angkot Rp 30.000

20.40 – 22.20 : Pasar Aikmal – Pos Sembalun , Pick up Rp 20.000

Catatan Perjalanan Rinjani 24-27 Juni 2013

24 Juni 2013

8.45 – 13.00 : Gate Sembalun – Pos 1

13.15 – 13.45 : Pos 1 – Pos 2 (disini kami istirahat cukup lama karena bertemu dengan porter dan pendaki asal Thailand yang memberi kami semangka dan nanas hehe, kalau berencana camp di pos 3, gue sarankan ambil air yang banyak buat camp di pos 3 dan perjalanan ke plawangan sembalun. Karena setelah pos 2 tidak akan ada sumber mata air kecuali di plawangan sembalun)

14.30 – 15.30 : Pos 2 – Pos 3 extra

15.30 – 15.45 : Pos 3 Extra – Pos 3  (CAMP)

25 Juni 2013 

9.15 – 16.00 : Pos 3 – Plawangan Sembalun (CAMP) , Rute ini melewati bukit penyesalan

26 Juni 2013

01.30 – 07.00 : Plawangan Sembalun – PUNCAK !

09.30 – 13.30 : Puncak – Plawangan Sembalun (kelamaan tidur2an di bawah pohon dan menikmati angin Rinjani hehe)

Karena hampir semua orang di tim capek (mungkin kecuali Kak Angger), kami memutuskan untuk langsung pulang, tanpa melakukan perjalan ke segara anakan. Keputusan ini juga diambil karena pertimbangan waktu yang sempit (temen-temen yang lain harus perjalanan darat kembali ke Jakarta dan Senin harus kembali ke kantor). Cukup sedih, mungkin ini pertanda kalau tahun depan harus kembali lagi kesini 🙂

27 Juni 2013

Plawangan Sembalun – Pos Sembalun : 10.00 – 18.00

Biasanya, rute perjalanan turun para pendaki melwati jalur Senaru, namun terdengar berita longsor di Senaru membuat kami urung melalui rute tersebut. Rute perjalanan pulang via sembalun kami berbeda dengan perjalanan berangkat. Rute ini melewati hutan dan bisa menghemat waktu hampir 2 jam perjalanan! Rute berangkat lebih banyak melewati savana dan menyuguhkan pemandangan yang indah. Gue sarankan untuk berangkat melalui jalur Pos Sembalun karena tenaga masih banyak, sedangkan jalur turun melewati jalur hutan, sawah, dan rumah penduduk. di bagian akhir jalur ini, para pendaki akan langsung disambut oleh……KULKAS DAN COLOKAN di warung HAHAHA 😀

Begitulah perjalanan gue selama di Rinjani yang menguras mental dan emosi hahaha tapi semua yang Pendaki lalui akan terbayar ketika Pendaki berhasil sampai di Puncak. Puncak Rinjani menyuguhkan pemandangan yang super ga bisa dideskripsikan dengan kata-kata. Dari titik itu, para pendaki bisa melihat Gunung Agung (Bali) dan bayangan Mahameru di arah barat, Gunung Tambora (Flores) dari arah timur, dan seluruh daratan Pulau Lombok. Keindahan Rinjani ga cuma bisa dinikmati di Puncak. Dari plawangan Sembalun, para pendaki bisa menikmati keindahan matahari terbit dan terbenam di satu titik yang sama. Semoga membuat teman-teman lain ingin kesana ya hehe

Image
Puncak Rinjai (oleh Kak Fitri)
Image
Perjalanan ke puncak Rinjani (oleh Kak Fitri)
Image
Suasana kemah di Plawangan Sembalun, Langit cerah karena ada Supermoon (oleh Kak Reni)
Image
10 orang dari tim kami dari Plawangan Sembalun (oleh Kak Fitri)

4 thoughts on “Hiking Journal: Rinjani

  1. Sekedar koreksi, terdapat sumber air di pos 3.
    Hanya saja letaknya harus turun jauh ke jurang yang terdapat persis di depan pos 3.
    Saya baru turun dari rinjani Bulan Mei Kemarin.

    Salam,

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.